Lakukan Ekplorasi Budaya dan Alam, Siswi MAN 1 Probolinggo Studi Lapangan di Masjid Cheng hoo dan Taman Dayu Pasuruan

Pertunjukan Wonderland Indonesia oleh Siswi Jurusan Bahasa MAN 1 Probolinggo di Taman Dayu Pandaan, Rabu (14/12/2022). Foto: arifah mansapro

humas mansapro

MANSAPRO-Himpunan Siswa Jurusan Bahasa (EXO) MAN 1 Probolinggo menggelar studi lapangan di Pandaan Pasuruan, Rabu (14/12/2022).

Pengurus Himpunan Siswa di jurusan Bahasa yang sudah dilantik beberapa hari yang lalu ini langsung mewujudkan salah satu program jurusannya yang dilaksanakan di kota Pandaan Pasuruan.

Ada 3 lokasi yang menjadi sasaran studi dari jurusan yang juga mendalami bahasa Mandarin ini.

“Kita ke Pandaan, ada tiga lokasi yang kita tuju, Masjid Cheng hoo Taman Dayu Park dan masjid KH Abd Hamid,” tutur ibu Mutammimatul Fauziyah, ketua Program Bahasa MANSAPRO.

Ibu guru yang Ijazah pasca sarjananya ia tempuh di Australia University ini juga mengutarakan maksud dari pembelajaran di kabupaten Pasuruan ini kepada humas mansapro melalui sambungan selulernya.

“Ya ini bagian dari pembelajaran, mereka ke sini memang mau belajar, ada eksplorasi alam dan budaya di sini,” ungkapnya.

“Ada skill kebahasaan dalam tiga bahasa asing, Arab, Inggris dan Mandarin,”

“Untuk Bahasa Arab, mereka tampil khitobah, bahasa Inggris story telling, role playing, sedang Mandarinnya dengan huihua, hanyu chagge.” Lanjutnya.

Selain mereka menerima pengembangan pembelajaran di bidang bahasa asing, rombongan siswa yang waktu pemberangkatannya ke lokasi dilepas langsung oleh kepala madrasah ini, juga melakukan ekplorasi budaya.

“Kita ada pertunjukan wonderland Indonesia,” imbuh ibu guru yang akrab disapa bu Mutam ini.

Sekedar informasi, masjid Cheng hoo yang ada di Pandaan adalah salah satu dari tiga masjid di Indonesia yang menggunakan nama Tingkok.

Seperti dirilis dalam laman Khazanah Masjid, penamaan Masjid Cheng hoo adalah bagian dari pengabadian nama dan jasa penyebar Islam di Indonesia dari negeri Tirai Bambu, Laksamana Cheng ho.

Masjid yang yang berdirinya diinisiasi oleh komunitas muslim Tiongkok ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 2004. (ZA)