Bekali Ketua Rombongan dan Ketua Regu Haji 1443 H., Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Tegaskan 8 Hal yang Wajib ditaati Jamaah

humas mansapro

MANSAPRO-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, pastikan kesiapan semua petugas haji, ketua rombongan dan ketua regu haji 1443 H dengan pembekalan dan pembangunan mental Keakraban, Sabtu (11/6/2022).

Selain ketua rombongan dan ketua regu, kegiatan yang berlangsung di gedung PC NU kabupaten Probolinggo ini juga dihadiri lengkap oleh seluruh petugas, baik dari kloter, pembimbing ibadah dan petugas dari kesehatan.

Bapak Akhmad Sruji Bahtiar kembali menegaskan di depan para Karom dan Karu terkait wajibnya mengikuti dan menaati para petugas yang telah ditunjuk dan diangkat menjadi petugas.

“Bapak sekalian wajib tunduk kepada para petugas yang di depan ini,” tegas bapak Bahtiar sambil memberi isyarat kepada para petugas yang duduk di depan.

“Sekarang saya sampaikan kepada Ketua rombongan dan ketua regu, nanti harus disampaikan kepada semua anggotanya”, lanjut kepala kemenag.

Secara khusus bapak Bahtiar memberikan 8 pesan yang dititipkan kepada karu dan karom untuk disampaikan kepada anggotanya.

“Yang pertama, soal titik kumpul, semua harus mengikuti sesuai yang telah ditentukan, jauh dekat tetap harus kumpul semua,”

“Kita mau menyamakan frekwensi, enak bersama, susah bersama, kita membangun kebersamaan” tuturnya.

“Soal tempat titik kumpul harus sesuai dengan yang ditetapkan, tidak ada tawar menawar, ada 6 titik yang kita tetapkan, bukan soal enak dan tidak enak, ini soal kebersamaan, pemberangkatan, jauh dekat harus sesuai yang ditentukan,” jelasnya.

“Kebersamaan adalah modal utama, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.

“Yang kedua, harus shalat subuh di titik pemberangkatan, tidak ada tawar menawar, yang terlambat akan kita tinggal”, tegasnya

Yang ketiga, wajib patuh kepada petugas yang sudah ditentukan,”

“Yang keempat, harus saling membantu”.

“Kemudian yang kelima, barang bawaan ikuti ketentuan, jangan melebihi ketentuan, jangan merepotkan diri sendiri dan orang lain”

Yang ke enam, soal konsumsi, jamaah akan dicukupi, sebanyak 119 kali makan, jadi tidak perlu bawa beras, kalau hanya jukok kerreng (red: ikan garing) tidak apa apa”, jelasnya.

Yang ke tujuh, jaga kesehatan, semua harus saling mengingatkan, jangan melakukan sesuatu di luar kapasitas”, paparnya.

Yang ke delapan, rukun dan wajib haji harus diketahui, jika ragu harus ditanyakan kepada pembimbing ibadah, jangan melakukan sesuatu dengan keragu raguan,” harapnya.

Bapak Bahtiar juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kepada semua kelompok2 bimbingan ibadah, KBIIHu, PHI dan lain lain yang telah bersama sama ikut membimbing dan melaksanakan bimbingan manasik, ini sangat membantu kemenag dalam membekali para j jamaah,” ia berterima kasih.

Sementara Ketua Kloter 19 bapak Moh Amin, kita harus solid, ini semua adalah satu kloter, yaitu kloter sembilan belas” terangnya.

Untuk bimbingan terkait ibadah Bapak Sugio, memberikan pencerahan terkait tujuan dan hakikat dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Dalam tahapan ibadah pertama syariatnya, berikutnya meresapi makna dari setiap ibadah yang dilakukan, untuk ini kita harus banyak belajar dan membaca napak tilas dan sejarah,” harap bapak Sugio.

Selain menjelaskan pentingnya meresapi makna ibadah, pembimbing ibadah ini juga mengutarakan pentingnya memperbanyak istigfar.

“Ketika di Arofah kita harus memperbanyak istighfar dan zikir,” sambungnya.

Dalam giat ini, kepala kemenag juga melakukan trik khusus dalam membangun rasa kebersamaan, di aula lantai 2 PC NU Probolinggo juga digelar makan bersama ala santri.

“Seperti ini juga kita dalam rangka membangun komitmen untuk kedekatan dan kebersamaan,” imbuhnya.

Tampak kepala kemenag dan petugas kloter duduk bersama, menikmati sajian nasi jagung bersama lauk ikan asin yang dihidangkan dengan alas daun pisang. ( ZA)