Bimbingan Manasik Haji Massal Tahun 2022 Kabupaten Probolinggo, Ustadz Bahtiar : Ada Pembimbing Manasik di Tanah Air, Tapi Justru Kebingungan di Tanah Suci

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, bapak Akhmad Sruji Bahtiar bersama Kasubag TU, bapak Taufiq dalam Bimbingan Manasik Haji tahun 2022 di Paseban Sena, Senin (30/5/2022). Foto: tim humas mansapro

humas mansapro

MANSAPRO– Bimbingan manasik haji massal bagi jamaah calon haji kabupaten Probolinggo yang bertempat di Paseban Sena Probolinggo ini berlangsung hari ini, Senin (30/5/2022)

Bimbingan manasik secara massal ini sudah yang kedua kalinya dihelat oleh kantor kemenag kabupaten Probolinggo.

“Jadi gini, untuk bimbingan manasik yang level kabupaten kita laksanakan dua kali, ini yang kedua untuk bimbingan massal semacam ini, sebelumnya juga kita gelar di MAN 2,” tutur Kasi PHU Kemenag kabupaten Probolinggo, bapak Moch. Sugianto kepada humas MAN 1 Probolinggo, sesaat sebelum acara bimbingan dimulai.

“Untuk bimbingan di masing masing kecamatan juga kita laksanakan di hampir tiap KUA, ada juga sebagian yang kita gabung, untuk yang di KUA kita laksanakan empat kali,” sambung bapak Sugianto

“Untuk kecamatan Wonoasih dan Tongas praktik manasik akan kita gelar di pulau Gili besok pagi,” imbuhnya.

Kepala Kemenag, bapak Akhmad Sruji Bahtiar dalam materi bimbingannya lebih banyak memberikan wawasan terkait penyiapan mental dan Akhlaqul karimah.

“Kita wajib menata hati, tidak boleh ada rasa ujub dan sombong sedikitpun,” tutur ustadz Bahtiar.

“Ada orang ketika di tanah air dia menjadi pembimbing manasik, tapi begitu waktunya melaksanakan ibadah di tanah suci ia sendiri malah kebingungan, kasus seperti ini sudah banyak terjadi, jadi dari sekarang sudah luruskan niat, jaga hati,” terangnya.

Lebih detail kepala kemenag ini menegaskan 3 hal penting yang harus disiapkan oleh calon jamaah.

“Tiga hal yang perlu dipersiapkan para jamaah, pertama siapkan fisik dan jaga pola makan, yang kedua siapkan mental harus punya keyakinan kepada segala kekuasaan Allah dan yang ketiga harus banyak menimba ilmu haji dengan terus mengikuti semua kegiatan bimbingan manasik,” tambahnya

Mantan Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim ini juga mengingatkan pentingnya ketaatan para jamaah kepada para petugas dari kemenag atau pemerintah.

“Saya ingatkan, semua jamaah wajib tunduk hanya kepada petugas yang dari kemenag atau pemerintah, tidak ada komando yang lain, hanya ada satu bendera untuk kloter 19 ini, yaitu bendera kemenag kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

“Ini pergi untuk beribadah, bukan mau membikin perpecahan dan permusuhan, sekali lagi hanya ada satu komando, tidak boleh ada kelompok kelompok, hanya ada satu bendera kemenag,” tegas ustadz kelahiran pulau Madura ini dengan membacakan ayat taat ulil amri. (ZA)