Kumpulkan Sumbangan dari Warga Madrasah dan Masyarakat Umum, Tim MAN 1 Probolinggo Berangkat Ke Lumajang

Tim MAN 1 Probolinggo di lokasi terdampak erupsi Semeru Lumajang, Kamis (09/12/2021). Foto: Arifah- tim humas mansapro

humas-mansapro

MANSAPRO-Ada 2 mobil yang diberangkatkan MAN 1 Probolinggo ke Candi Puro Lumajang Jawa Timur pada hari Kamis (09/12/2021).

Kepala Madrasah, ustadz Syaiful Abdi turut serta dalam rombongan mobil yang menuju ke daerah yang terdampak langsung oleh erupsi gunung Semeru ini.

Dalam obrolannya dengan humas yang satu mobil dengan beliau ketika dalam perjalanan menuju lokasi, menyampaikan bahwa sumbangan yang diangkut dengan mobil madrasah dan mobil muslimat PC. NU Kota Kraksan ini adalah hasil dari pengumpulan oleh panitia dari warga madrasah dan masyarakat umum.

“Ini dari dewan guru, murid, wali murid dan masyarakat umum, termasuk sumbangan dari PKK Desa Plampang dan desa Sidodadi,”

Ketika tim humas mencoba bertanya soal mengapa hasil pengumpulan sumbangan tidak dititipkan saja di kantor kemenag Probolinggo untuk pendistribusiannya, ia beralasan karena memang pihak kemenag sendiri sudah mempersilahkan untuk diantar langsung ke lokasi.

“Kami oleh kantor kemenag Probolinggo, memang diberi kebebasan; mau dititipkan di kantor kemenag atau bisa langsung diantar sendiri ke lokasi, kami memilih mengantarkan sendiri, hawatir yang di kemenag sendiri over load karena banyaknya donasi dari masyarakat, kemudian sekalian kita bersilaturrahim dengan masyarakat yang di sana,” lanjutnya.

Sementara ketua tim peduli erupsi Semeru MAN 1 Probolinggo, bapak Muslihul Amali menjelaskan terkait proses penyaluran ketika sampai di lokasi.

“Ternyata memang betul berita berita yang kita baca di WA itu, semua posko sudah penuh, relawan minta maaf bukan karena tidak mau menerima, tapi semua tempat sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Tentang ini humas juga bertanya langsung kepada Ridwan, seorang relawan yang sudah siaga di lokasi sejak malam peristiwa erupsi Semeru ini.

“Maaf pak, di sini sudah penuh, termasuk di posko yang lain juga sudah over load,” terang relawan, alumnus Nurul Jadid Paiton ini.

“Kemarin kiyai Fadol (red: KH. Fadlurrahman Zaini) ke sini, baliau bersama rombongan ada sekitar 5 pickup yang mengiringi beliau dari Banyuwangi,” bangganya karena bisa bertemu langsung dengan gurunya.

Lebih lanjut pak Amali menjelaskan proses pendistribusian langsung kepada masyarakat terdampak.

“Kami sebenarnya sudah bingung, ketika sampai di Posko terdekat dengan lokasi erupsi, yaitu yang berlokasi di SD 1 Sumber Mujur sudah penuh semua, tapi alhamdulillah pada akhirnya kita dapat informasi kalau ada masyarakat yang terdampak siap menerima di rumahnya, ya kita ke sana, sedang sebagian lagi kita salurkan melalui KUA Candi Puro,” terang ketua Forsa Probolinggo ini.