Pantau Kedisiplinan ASN di MAN 1 Probolinggo, Kepala Kemenag : Madrasah Jangan Jadikan Tempat Penampungan Orang Cari Kerja

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Bapak Akhmad Sruji Bahtiar dan Kepala MAN 1 Probolinggo, Bapak Syaiful Abdi, Kamis (7/4/2022). Foto: tim humas mansapro

humas mansapro

MANSAPRO– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, ustadz Akhmad Sruji Bahtiar hari ini melakukan pemantauan langsung kedisiplinan Aparatur Siipil Negara (ASN) di MAN 1 Probolinggo, Kamis (7/4/2022).

Seperti sudah biasa, kepala kantor ini datang tanpa pengawalan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Beberapa guru yang sedang berada di ruang guru merasa terkejut karena secara tiba tiba ustadz Bahtiar sudah masuk ruang guru setelah sebelumnya keliling melihat aktivitas pembelajaran di beberapa kelas di MAN 1 Probolinggo.

“Saya baru tahu kalau beliau sudah berada di sini setelah beliau kirim foto salah satu ruang kelas yang dikirim ke saya,” ungkap bapak Taufiqurrahman, WKM kurikulum yang sempat dibuat kalangkabut dengan kehadiran mendadak kepala kantor ini.

Tidak ingin kehilangan momentum semangat amar makruf dan nahi mungkar, kepala kemenag yang berdarah Madura ini langsung mengumpulkan unsur pimpinan MAN 1 Probolinggo di ruang guru untuk berdiskusi dan memberikan arahan terkait temuan yang didapatkan.

Humas MANSAPRO yang ikut dalam pembinaan mendadak ini, mencatat ada 3 poin penting yang menjadi sorotan kepala kantor.

Pertama tentang kebersihan lingkungan madrasah, kedua terkait Prokes yang harus terus dikawal, dan yang terakhir terkait kinerja dan kedisiplinan ASN baik yang PNS ataupun yang PPPK.

“Mestinya di bulan puasa ini kita harus lebih meningkatkan perhatian kita di bidang kebersihannya ini juga, ini bulan yang bisa melipat gandakan pahala,” terangnya, begitu melihat peralatan tukang pembangunan masjid yang belum ditata rapi.

“Mohon anak anak juga diingatkan terus, jangan sampai ada yang tidak pakai masker,” harapnya.

Secara khusus kepala kantor juga memberikan perhatian dan warning terkait kedisiplinan ASN yang ada di MAN 1 Probolinggo.

“Segera kepala madrasah melakukan pemetaan, lakukan evaluasi, PPPK itu akan digaji dengan uang negara, harus disyukuri dengan dedikasi kita di kementerian ini, kepala madrasah harus bertanggungjawab soal kinerja anak buahnya,” harapnya kepada kepala madrasah.

“Kita tidak mau bekerja dengan orang yang main main, madrasah jangan jadikan tempat penampungan orang cari kerja, Jangan kecewakan masyarakat yang sudah menaruh ekspektasi tinggi kepada kita,” tegas kepala kantor.

Kepala kemenag juga mengingatkan ruhul jihad yang harus selalu ditanamkan dalam jiwa semua pegawai.

Beliau menukil maqalah dari pendiri pondok pesantren Nurul Jadid Paiton, KH Zaini Mun’im.

“Orang hidup di Indonesia bila tidak berjuang maka termasuk maksiat,” ungkap kepala kantor yang lahir di Kabupaten Pamekasan ini.

Sudah jamak diketahui, trademark ustadz Bahtiar selalu mengingatkan tanggung jawab ukhrawi kepada bawahannya.

“Menjadi kepala madrasah itu memang harus berpikir soal kesejahteraan anak buahnya, tapi ada yang lebih penting yaitu kesejahteraannya sendiri nanti di akhirat, tanggung jawab kepada, masyarakat, kepada negara semua akan ditanya kelak di akhirat,’ imbuhnya. (ZA)