Sebagai Peserta LPBA Nurul Jadid, Siswa MAN 1 Probolinggo Juara 2 Bahasa Inggris Tingkat Nasional

Ilman Zidny Mubarok Siswa MAN 1 Probolinggo, Peserta LPBA Nurul Jadid, Foto: Dokumen Nurul Jadid

humas-mansapro

MANSAPRO – MAN 1 Probolinggo bersama Lembaga Bahasa Asing (LPBA) Nurul Jadid Paiton Probilinggo kembali mencatatkan siswanya sebagai jawara lomba di level nasional.

Ilman Zidny Mubarok meraih Juara 2 lomba Story Telling berbahasa Inggris, lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrohim Malang ini berlangsung pada tanggal 22 Nopember 2021.

Ustadz Abd Wafi, wakil direktur LPBA Nurul Jadid saat ditemui humas-mansapro di kantor LPBA hari ini, Ahad (28/11/2021) menyatakan.

“Kalau juara lomba bahasa Arab atau Inggris pada tingkat nasional untuk peserta LPBA bisa dibilang tidak terlalu asing didengar, hampir setiap ikut lomba nasional kita selalu bawa tropi, justru yang akan terasa aneh anak LPBA juara tahfidz atau baca kitab kuning tingkat nasional,” guyonnya, yang diamini oleh tawa para pembina yang lain.

Ilman saat diminta untuk menceritakan soal kejuaraan Lomba story telling berbahasa Inggris ini menuturkan,

“Cukup senang, saya kebetulan memang suka kalau ada tampilan2 semacam ini, di madrasah saya juga senang kalau disuruh maju ke depan,” papar putra dari almarhum ustadz Sanusi Mukhtar Fadilah yang dari Bondowoso ini.

Ustadzah Mutammimah salah satu guru pembina bahasa Inggris di MAN 1 Probolinggo membenarkan pernyataan Ilman saat dikonfirmasi oleh humas-mansapro.

“Ya anaknya mamang aktif, sering tampil, bahkan sekarang dia menjadi wakil ketua di EXO (red: organisasi siswa khusus jurusan bahasa),” imbuhnya.

“Siswa MAN yang juga peserta LPBA memang cukup mewarnai pengembangan bahasa Inggris di MAN, kebetulan di madrasah kita juga melatih anak2 untuk komunikasi bahasa Inggris setiap hari, bahkan di madrasah ini juga ada kursus bahasa Inggris khusus guru guru setiap hari Rabu,” lanjut ustadzah Mutam.

Ilman Zidny Mubarok adalah santri pondok pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang tinggal di asrama LPBA, asrama yang khusus mencetak santri mahir berbahasa Arab dan Inggris, dengan keharusan semua pesertanya menggunakan bahasa asing sepanjang waktu, bila tidak, maka bisa dipastikan mereka akan menerima takzir atau sanksi.

“Saya senang ada di LPBA, walau pada awalnya terasa berat bahkan sempat tidak kerasan, karena padatnya kegiatan di LPBA, lagian kalau tdk berbicara bahasa Inggris saya disanksi, cuman untuk yang peserta baru masih ada keringanan2,” jawabnya ketika ditanya terkait kepesertaannya di LPBA.

LPBA Nurul Jadid yang berdiri pada tahun 1989 ini memang terasa elit sejak awal berdirinya, harus lulus tes dulu yang ingin jadi peserta, tidak semua santri bisa berdomisili di asrama yang berada di gang Sunan Kalijaga PP Nurul Jadid ini, bagi humas-mansapro, LPBA Nurul Jadid bukan sesuatu yang baru, karena humas-mansapro, Zainul Arifin Adam adalah alumnus angkatan pertama dan menututi rintisan berdirinya LPBA ini.