Sebanyak 218 Jamaah Kabupaten Probolinggo Lakukan Sunnah Tarwiyah Sebelum Wuquf di Padang Arafah

humas mansapro

MANSAPRO– Dari sekitar 450 jamaah yang tergabung dalam kloter kabupaten Probolinggo, sebanyak 218 orang berangkat menuju ke Mina lebih awal untuk melakukan sunnah Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1443 H.

Sunnah Tarwiyah seperti sudah jamak diketahui, merupakan perjalanan jamaah haji yang mau melaksanakan wuquf di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dengan mampir dulu di Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Para peserta Tarwiyah yang didominasi oleh KBIHU Nurul Haromain Kraksaan ini, sudah mulai meninggalkan hotel dimana mereka menginap selama ini, mulai Rabu malam.

Pimpinan Nurul Haromain, KH Mukhlisin Saad dalam beberapa hari sebelumnya sudah memberikan penjelasan terkait kesunnahan melakukan Tarwiyah ini sebelum melakukan wuquf di Arafah.

“Ini kita lakukan dengan menyontoh yang pernah dilakukan oleh Rosulullah ketika menuju Arafah, beliau dan para sahabat beristirahat dulu untuk menyiapkan bekal di Mina sebelum sampai di Arafah”, terang mantan Rektor UNUJA Paiton ini.

Pelaksanaan Tarwiyah tidak termasuk bagian dari wajib ataupun rukun ibadah haji.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh ustadz Sugiyo, Pembimbing Ibadah kloter 19/SUB.

“Ini hanya sunnah saja, tidak ada kaitannya dengan wajib dan rukun haji, kemenag sendiri tidak memprogram Tarwiyah, kita utamakan yang fardu, tetapi kalau ada jamaah yang ingin melakukan Tarwiyah tetap kita fasilitasi, cuman karena ini tidak termasuk dari program pemerintah, maka semua petugas tidak ikut mendampingi ke Mina, kita langsung ke Arafah, programnya memang demikian”, jelas ustadz Sugiyo. (ZA)