MANSAPRO – Warga MAN 1 Probolinggo menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dengan memakai batik, Sabtu (02/05/2026).
Upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan madrasah ini diikuti oleh semua guru, tenaga kependidikan dan murid.
Menurut guru antropologi MAN 1 Probolinggo, ibu Luayyibni Fatimatuz zuhra ada alasan tersendiri mengapa peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini di madrasanya memakai baju batik.
“Ya ini bagian dari upaya kita untuk melestarikan karya budaya bangsa sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh ia memberikan uraian terkait baju khas Indonesia yang telah tercatat dan diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2009 ini.
“Aksi semacam ini penting dilakukan, lebih lebih momentum hari besar seperti Hari Pendidikan Nasional ini, untuk menanamkan rasa bangga dengan identitas bangsa sendiri,”.
“Putra putri bangsa harus paham dan menghayati maknanya, kita tidak boleh tercerabut dari akar dan identitas bangsa sendiri,” katanya.
Bertindak sebagai pembina upacara bendera, bapak Syaihul Islam.
Guru bahasa Arab ini, selain mengungkap sosok Ki Hajar Dewantoro sebagai Bapak Pendidikan Nasional juga menyampaikan pesan pentingnya kesungguhan dalam menempuh pendidikan.
“Orang yang tidak pernah merasakan susahnya belajar sesaat, maka ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya,” demikian beliau kutip pesan dari Imam Syafi’i. (ZA)

